Keberhasilan Passenger Drone Menerbangkan Penumpang Untuk Pertama Kalinya

Passenger drone, sering juga disebut drone taxi atau pilotless helicopter alias helikopter tanpa pilot, adalah sejenis kendaraan tanpa awak yang mampu membawa penumpang di kokpitnya. Jenis transportasi ini pertama kali diperkenalkan oleh perusahaan dari Cina tahun 201 dalam sebuah event Computer Electronic Show.

Pesawat tak berawak semakin populer dan banyak perusahaan mengincar untuk mewujudkan produk ini. Misalnya, Volocopter dari Jerman yang telah melakukan tes penerbangan selama 5 menit di Dubai.

Ada juga perusahaan Airbus, Terrafugi, EHang dari Cina, Lilium dari Jerman, Aeromobil dari Slovakia, Cartivator Project dari Jepang, dan Kitty Hawk yang berbasis di California Amerika dan dibacking oleh Larry Page, co-founder Google.

Boeing pun tak mau kalah dengan meluncurkan program berhadiah bernama GoFly, yaitu kompetisi selama dua tahun dengan hadiah USD 2 juta untuk merangsang perkembangan personal drone.

Passenger Drone Pesawat Tak Berawak
Copyright: Passenger Drone


Baru-baru ini, sebuah startup dari Swiss bernama Passenger Drone menyatakan bahwa mereka telah berhasil dalam tes penerbangan untuk membawa penumpang menjelajahi langit dengan mesin terbang otonomnya.

Helikopter ini berukuran sebesar mobil, bertenaga listrik dan ditenagai 16-rotor copter dan telah dibangun selama berbulan-bulan.

Test pertama dilakukan pada bulan Mei 2017, namun penerbangan pertama dengan manusia sebagai penumpangnya baru dilakukan minggu pertama bulan September 2017.

Menurut petinggi Passenger Drone, Peter Delco, feedback dari penumpang sangat membanggakan. Pesawat tak berawak ini sangat mudah untuk terbang baik dengan mode manual maupun mode otomatis.

Menurut spesifikasi produk, pesawat tak berawak memiliki berat 235 kg dan dapat membawa satu atau dua penumpang dengan berat maksimal pesawat untuk take-off 362 kg. Kecepatan maksimal adalah 72 km dengan range extender 25 menit, yang berarti sekitar 32 km.

Delco mengatakan, parasut balistik akan ditambahkan beberapa bulan lagi.

Bagaimanapun, pesawat tak berawak ini telah selesai 95 persen dengan kerja yang sempurna. Ke depannya, tugas penting mereka adalah untuk melakukan tes secara menyeluruh dan mencoba menemukan kesalahan yang berpotensi terjadi, dan meyakinkan bahwa sistem 101% bekerja tanpa salah.

Passenger Drone berencana memulai proses sertifikasi dengan US Federal Aviation Administration, lalu dengan Euroepan Aviation Safety Agency di awal tahun 2018. Mereka berniat memasarkan secara komersial di tahun 2019.

Harga pesawat tak berawak ini ditaksir sekitar USD 150,000 atau sekitar 2 milyar rupiah. Bagi orang kaya, sepertinya nggak masalah ya uang segitu. Di Jakarta saja, saat ini berkeliaran helikopter milik konglomerat.

Jadi bisa dipastikan, apabila passenger drone dipasarkan di Indonesia, bakalan laris manis tuh apalagi di Jakarta. Bakalan jadi satu alternatif untuk menghindari macet di Jakarta.


Keberhasilan Passenger Drone Menerbangkan Penumpang Untuk Pertama Kalinya Keberhasilan Passenger Drone Menerbangkan Penumpang Untuk Pertama Kalinya Reviewed by Suzana Widiastuti on September 30, 2017 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.