13 Alternatif Jawaban Fermi Paradox Yang Bakal Membuat Kita Berpikir Tentang Eksistensi Kita dan Alien

Alternatif Jawaban Fermi Paradox


Bayangkan jika ada peradaban yang jauh lebih maju daripada peradaban kita di Bumi. Bayangkan teknologi mereka lebih canggih daripada yang kita punya sekarang. Pertanyaannya: di mana mereka? Where is everybody?

Ada beberapa alternatif jawaban untuk pertanyaan yang dilontarkan Fermi, yang kemudian dikenal sebagai Fermi Paradox itu. Simak jawaban di bawah ini, dan siapa tahu kamu punya alternatif jawaban lainnya?

1. Alien menunggu sinyal dari kita, namun mereka tidak mengirimkan sinyal untuk kita. Ibaratnya seperti kita berpencar dengan teman-teman yang masing-masing membawa hape. Di tempat masing-masing, kita diam saja memperhatikan hape siapa tahu ada telepon masuk, tanpa berusaha untuk memencet nomor duluan untuk menghubungi yang lainnya.

2. Alien memperhatikan kita seperti kita memperhatikan binatang dalam kandang di kebun binatang. Dikenal sebagai "zoo hypothesis", mungkin saja kita sedang menjadi objek pengamatan para alien.

3. Kita belum mencari dengan benar. Untuk menangkap sinyal dari para alien, mungkin kita belum melakukan upaya yang benar. Teknologi kita belum mencukupi, atau kita melakukannya dengan salah. Seperti berusaha mengirim email dengan mesin fax, begitu kira-kira.

4. Rentang kehidupan yang begitu cerdas sesungguhnya amat singkat jika dibandingkan dengan usia Semesta. "Jangka waktu antara kapan peradaban menjadi mampu mentransmisikan frekuensi radio dan ketika peradaban itu memusnahkan dirinya sendiri sangat singkat, sehingga kita jarang overlap." Agak rumit ya? Seperti kita tahu, manusia menemukan gelombang radio di tahun 1880-an, jadi mungkin kita akan mempelajari perjalanan antar bintang di kemudian hari dan tak lama kemudian, memusnahkan diri kita sendiri melalui perang atau semacam kecelakaan teknologi. Jika hal itu terjadi, peradaban cerdas berikutnya akan bertanya-tanya di mana semua orang berada (ingat, saat itu peradaban kita sudah musnah.)

5. Sesungguhnya kita hidup dalam simulasi, jadi kenyataan yang kita temui adalah apa yang pemrogram inginkan untuk kita temui. Mungkin beberapa makhluk dengan kecerdasan lebih tinggi menciptakan sebuah simulasi dan kita adalah bagian darinya. Mungkin saja kenyataan maya ini dibuat untuk tujuan penelitian, atau mungkin ini adalah sejenis planet yang disimulasikan. Jadi jika pemrogram tidak mengkodekan alien ke dalam simulasi ini, kita tidak akan pernah bertemu mereka.

6. Peradaban yang cerdas itu ada, namun sangat, sangat jarang. Mungkin saja alien si makhluk cerdas ada di luar sana, namun sangat jarang sehingga kita nyaris tak pernah berpapasan dengan mereka.

7. Atau memang tidak ada makhluk cerdas lain selain kita. Kita harus menerima kenyataan bahwa kita sendirian di semesta raya.

8. Alien itu ada, namun mereka tidak ingin ditemukan oleh siapapun termasuk oleh kita. Siapa tahu ada bahaya mengancam jika mereka ditemuka. Mungkin juga ada predator ganas yang mengintai di seluruh alam semesta dan alien tidak ingin ditemukan oleh mereka.

9. Alien sedang belajar bagaimana mengunggah kesadaran mereka ke simulasi semesta, sehingga mereka terlalu sibuk menikmati kegiatan mereka. Mereka tidak tertarik dan tidak bernafsu untuk melakukan perjalanan antarbintang.

10. Keberadaan alien sudah dikonfirmasi, namun tidak disadari oleh masyarakat luas. Bisa jadi, kita terlalu primitif sehingga tidak menyadari keberadaan alien di sekitar kita. Seperti semut, apakah semut menyadari keberadaan jalan tol dan teknologi yang dibutuhkan untuk membangun jalan tol? Tentu itu jauh di luar jangkauan pikiran si semut. Atau, mungkin pemegang kekuasaan tertinggi alias pemerintah menyembunyikan bukti-bukti tentang keberadaan alien?

11. Alien jauh lebih maju dari manusia sehingga mereka melihat kita sebagai spesies yang primitif. Neil deGrasse Tyson membandingkannya dengan cara manusia melihat simpanse. Manusia dan simpanse memiliki lebih dari 98% DNA identik, namun kita secara signifikan lebih cerdas daripada mereka. Manusia menciptakan seni dan mengembangkan teknologi, namun simpanse tidak mampu, meskipun hanya memiliki perbedaan DNA dengan persentase kecil. Jadi bagaimana jika ada alien yang hanya 1% berbeda dari kita, seperti halnya kita berbeda dari simpanse? Mungkinkah alien berpikir tidak ada gunanya bertemu makhluk primitif seperti manusia?

12. Kita adalah makhluk cerdas yang pertama kali tercipta di semesta raya. Kelak ketika peradaban kita sudah maju dan kita mampu mengadakan penerbangan antargalaksi, di satu tempat lain akan tercipta peradaban baru. Dengan begitu, kitalah alien di mata peradaban baru yang primitif. (Ini seperti Fermi Paradoxception, ya?)

13. Alien sudah mengunjungi Bumi di masa silam, dan kini mereka sedang mengembara untuk mencari planet selanjutnya. Ada beberapa peninggalan sejarah yang menggambarkan citra makhluk asing seperti alien. Mungkinkah mereka akan kembali di masa depan? Mungkin mereka ingin melihat sejauh mana kemajuan makhluk bumi alias manusia, setelah mereka tinggalkan dahulu kala?

Segala jawaban tentang Fermi Paradox sampai kini belum ada yang bisa dibuktikan kebenarannya. Melihat sejarah Semesta, mungkin butuh berjuta tahun lagi untuk sampai pada jawaban yang benar. Atau mungkin juga, besok pagi kita tahu kebenaran salah satu jawaban dan hipotesis di atas. Ya, siapa tahu besok pagi ada alien yang meninggalkan komen di sini, minta meet up bareng penulis, selfie bareng buat barang bukti keberadaan mereka?

Sumber: Buzzfeed dan berbagai sumber lain.


13 Alternatif Jawaban Fermi Paradox Yang Bakal Membuat Kita Berpikir Tentang Eksistensi Kita dan Alien 13 Alternatif Jawaban Fermi Paradox Yang Bakal Membuat Kita Berpikir Tentang Eksistensi Kita dan Alien Reviewed by Suzana Widiastuti on Oktober 17, 2017 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.