Fermi Paradox Mempertanyakan Keberadaan Alien: Where Is Everybody?



Fermi Paradox lahir dari pemikiran Enrico Fermi, seorang fisikawan. Tercetus di tahun 1950 setelah dia makan siang bersama teman-temannya memperbincangkan bahwa manusia tidak sendirian di alam semesta. Pernyataan itu memicu pemikiran Fermi bahwa jika benar-benar ada banyak peradaban di luar galaksi kita, maka beberapa dari mereka mungkin telah menjelajah antariksa.

Menurut Fermi, setiap peradaban maju yang mampu membangun teknologi roket luar angkasa dapat menjajah seluruh Galaksi dengan cepat. Waktu yang diperkirakan yaitu 10 juta tahun cahaya. Kedengarannya seperti rentang waktu yang sangat lama, padahal itu sepersekiannya umur Galaksi yang kira-kira sepuluh ribu juta tahun.

Jadi yang Fermi sadari adalah bahwa alien memiliki lebih dari cukup waktu untuk menyatakan kehadiran mereka di seantero Galaksi. Tapi dia tidak melihat ada indikasi jelas bahwa mereka keluar dari planet asal mereka dan ada di sekitar kita. Hal ini mendorong Fermi untuk bertanya: "di mana semua orang?" Atau dalam bahasa Inggrisnya: "where is everybody?"

Pertanyaan Fermi sekilas terlihat konyol. Kenyataan bahwa tidak nampaknya kehadiran alien di planet kita, bisa jadi menyiratkan bahwa memang tidak ada makhluk luar angkasa yang kita sebut alien itu. Kesimpulan ini dianggap sebagai radikal dan menyederhanakan persoalan. Para ilmuwan menganggap tentunya ada penjelasan lain untuk pertanyaan Fermi, yang kemudian kita kenal sebagai Fermi Paradox.

Pada tahun 1980-an, puluhan makalah diterbitkan untuk membahas Fermi Paradox. Mereka menganggap argumen teknis dan sosiologis mengapa alien tidak nongkrong di dekat Bumi. Beberapa bahkan bersikeras bahwa tidak ada paradoks sama sekali: alasan mengapa kita tidak melihat bukti makhluk luar angkasa adalah karena memang tidak ada (satu jawaban yang di paragraf sebelumnya dinyatakan sebagai penjelasan yang menyederhanakan persoalan).

Where is everybody?

Kalau dipikirkan, semakin aneh memang. Matahari kita relatif muda dalam umur alam semesta. Ada bintang jauh lebih tua dengan planet mirip Bumi yang jauh lebih tua, yang seharusnya secara teori berarti memiliki peradaban jauh lebih maju daripada kita sendiri.

Mengutip contoh dari situs Wait But Why, mari kita bandingkan Bumi berusia 4,54 miliar tahun kita dengan Planet X. yang berusia 8 miliar tahun.

Sumber dan Copyright: WaitButWhy.com

Jika sejarah Planet X berjalan mirip dengan Bumi, mari kita lihat di mana peradaban mereka hari ini (menggunakan kali warna oranye sebagai referensi untuk menunjukkan seberapa besar ukuran hijaunya):

Sumber & Copyright: WaitButWhy.com

Teknologi dan pengetahuan tentang peradaban yang hanya 1.000 tahun di depan kita bisa sangat mengejutkan kita karena dunia kita akan menjadi seperti abad pertengahan di mata mereka. Peradaban 1 juta tahun di depan kita mungkin tidak dapat dipahami oleh kita karena budaya kita manusia menjadi seperti layaknya simpanse di mata peradaban maju tersebut.

Dan Planet X adalah 3,4 miliar tahun di depan kita, jadi bisa dibayangkan betapa majunya peradaban dan teknologi yang mereka miliki?

Jawaban dari Fermi Paradox

Sampai saat ini belum ada jawaban pasti atas Fermi Paradox. Yang terbaik yang ada sekarang adalah "penjelasan yang mungkin terjadi." Dan jika kita bertanya kepada sepuluh ilmuwan berbeda tentang firasat mereka tentang yang benar, kita akan mendapatkan sepuluh jawaban berbeda.

Secara garis besar, ada dua kategori untuk semua penjelasan tentang Fermi Paradox:

  1. Penjelasan yang mengasumsikan bahwa tidak ada tanda-tanda peradaban maju (alien) di luar sana.
  2. Penjelasan yang menganggap mereka (alien) di luar sana dan kita tidak melihat atau mendengar apapun karena alasan lain.

Salah satu dari jawaban Fermi Paradox telah kita bahas di artikel sebelumnya tentang "zoo hypothesis". Untuk menelisik jawaban dan penjelasan lainnya, kita akan bahas di artikel selanjutnya ya!

Sumber: SETI, Wait But Why
Fermi Paradox Mempertanyakan Keberadaan Alien: Where Is Everybody? Fermi Paradox Mempertanyakan Keberadaan Alien: Where Is Everybody? Reviewed by Suzana Widiastuti on Oktober 15, 2017 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.